Air Limbah

Pengolahan Air Limbah

Air limbah adalah air buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran air limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap air limbah. Toingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh air limbah tergantung pada jenis dan karakteristik air limbah

Karakteristik air limbah :
– Berukuran mikro
– Dinamis
– Berdampak luas
– Berdampak jangka panjang

Faktor yang mempengaruhi kualitas air limbah adalah :
– volume air limbah
– kehadiran bahan pencemar
– frekuensi pembuangan air limbah

1.Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian.Perubahan pH (derajat keasaman/konsentrasi ion hidrogen)

Air normal memenuhi syarat untu suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6,5 – 7,5. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar netral, akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggu kehidupan organisme didalamnya. Hal ini akan semakin parah jika daya dukung lingkungan rendah serta debit air sungai rendah. Limbah dengan pH rendah / asam bersifat korosif terhadap logam

2. Perubahan warna, bau, dan rasa

Air normal tidak berbau dan tampak bening. Bila kondisi air warnanya berubahmaka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air tercemar. Timbulnya bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air yang bau dapat berasal dari limbah industri atau dari hasil degradasi oleh mikroba. Mikroba yang hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehingga mengubah rasa.

3. Timbulnya endapan, koloid, dan bahan terlarut.

Endapan, koloid, dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendap di dasar sungai, dan yang larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangi bahan-bahan organik yang sulit diukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun dapat diukur menjadi uji COD.

Semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanffat bagi rekan-rekan sekalian terutama yang bekerja di bagian industri yang bertanggung jawab terhadap ipal.

Leave a Reply